Slider

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Malam Anugerah Tata Kelola Keuangan Desa



Pemerintah Kabupaten Nganjuk bersama Inspektorat Daerah Kabupaten Nganjuk menggelar Kegiatan Malam Anugerah Tata Kelola Keuangan Desa. Program Malam Anugerah Tata Kelola Keuangan Desa merupakan salah satu kegiatan yang digagas oleh Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat. Kegiatan ini merupakan program Kompetisi yang dilakukan Antar Pemerintah Desa se Kabupaten Nganjuk. Malam Anugerah Tata Kelola Keuangan Desa ini di adakan di Gedung Wanita pada Hari Rabu tanggal 18 September 2019.

Kegiatan ini di hadiri langsung oleh Bupati Nganjuk H. Novi Rahman Hidhayat, S.Sos.,M.M., beserta Wakil Bupati Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi,S.E, S.H, M.H, MBA., bersama jajaran Forkompimda, Sekretaris Daerah Ir. Agoes Soebagijo, Seluruh Kepala OPD, Camat Se- Kabupaten Nganjuk, Seluruh Kepala Desa dan tokoh masyarakat.

Inspektur Daerah Kabupaten Nganjuk Drs. Lishandoyo, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa penganugerahan tata kelola keuangan desa bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan desa dalam tata kelola keuangan desa. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan motivasi kepada kepala desa dan jajarannya untuk menata dan mengelola keuangan desa secara baik dan benar.

Pada kesempatan selanjutnya, Bupati Nganjuk Bapak H. Novi Rahman Hidhayat dalam sambutannya mengatakan "Kabupaten Nganjuk satu satunya Kabupaten yang memberi penghargaan kepada tata kelola keuangan desa, ini bentuk keseriusan Pemerintah Daerah dalam pembinaan dan pengawasan di bidang perencanaan, penganggaran, pelaksanan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban".

Selain itu, Bupati Nganjuk Bapak H. Novi Rahman Hidhayat menjelaskan menurut hasil pemeriksaan Inspektorat Daerah Nganjuk cuma ada 20 Desa yang masuk kriteria, 10 Desa masuk penilaian Pratama dan 10 Desa untuk penilaian Madya sedangkan yang Utama belum ada Dari 264 Desa di 20 Kecamatan se Kabupaten Nganjuk.

Inilah nama desa penerima Anugrah Kategori Pratama 10 desa antara lain :

1. Desa Balungrejo, Kecamatan Gondang
2. Desa Tembarak, Kecamatan Kertosono
3. Desa Loceret, Kecamatan Loceret
4. Desa Sambiroto, Kecamatan Baron
5. Desa Tempel Wetan Kecamatan Loceret
6. Desa Sumberwindu Kecamatan Berbek
7. Desa Lengkong KecamatanLengkong
8. Desa Dholo, Kecamatan Sawahan
9. Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos
10. Desa pakuncen, Kecamatan Patianrowo

Inilah nama Desa Penerima Anugrah Kategori Madya 10 desa antara lain :

1. Desa Jatipunggur Kecamatan Lengkong
2. Desa Sugihwaras Kecamatan Ngluyu
3. Desa Garu Kecamatan Baron
4. Desa Munung Kecamatan Jatikalen
5. Desa Kepuh Kecamatan kertosono
6. Desa Kedungdowo Kecamatan Nganjuk
7. Desa Brebek Kecamatan Brebek
8. Desa Dawuhan Kecamatan Jatikalen
9. Desa Sumberagung Kecamatan Gondang
10. Desa Talang Kecamatan Rejoso

Desa yang masuk kategori Pratama mendapat Bantuan Keuangan Rp. 75 Juta untuk kategori Madya Rp. 100 juta dan kategori Utama Rp. 350 juta, ini tidak termasuk 60 unit mobil siaga desa yang dianggarkan secara bertahap untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Perangkat dan Staf Desa

KEPALA DESA LOCERET



. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . . . .  :  :  :  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .





Visi Misi


........:  Visi  :........

“Terwujudnya Tata Pemerintahan Desa Yang Baik, Bersih  Dan Terbuka Serta Mewujudkan Masyarakat Yang Sejahtera, Agamis, Aman, Tenteram Dan Produktif Di Bidang Perkebunan, Pertanian, Peternakan, Sosial Kemasyarakatan Dengan Infrastruktur Yang Memadai Untuk Terciptanya Desa Loceret Mandiri”

......:  Misi  :......


  1. Mewujudkan dan mengembangkan kegiatan keagamaan untuk menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Menyelenggarakan urusan pemerintahan desa secara terbuka, bertanggung jawab sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan.
  3. Meningkatkan mutu kesejahteraan masyarakat untuk mencapai taraf kehidupan yang lebih baik dan layak sehingga menjadi Desa yang maju dan mandiri.
  4. Membangun dan meningkatkan hasil pertanian dengan jalan penataan pengairan, perbaikan jalan sawah / jalan usaha tani, pemupukan, dan pola tanam yang baik.
  5. Meningkatkan pelayanan masyarakat secara terpadu dan serius.
  6. Pembinaan dan pengembangan organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan.
  7. Menumbuh Kembangkan Kelompok Tani.
  8. Menumbuh kembangkan usaha kecil dan menengah.
  9. Membangun dan mendorong majunya bidang pendidikan baik formal maupun informal yang mudah diakses dan dinikmati seluruh warga masyarakat tanpa terkecuali yang mampu menghasilkan insan intelektual, inovatif dan enterpreneur (wirausahawan).
  10. Membangun dan mendorong usaha-usaha untuk pengembangan dan optimalisasi sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan, baik tahap produksi maupun tahap pengolahan hasilnya.
  11. Meningkatkan kualitas prasarana jalan dan media penghubung transportasi.
  12. Memberdayakan masyarakat dalam peroses pembangunan dan mental spiritual, melalui pelatihan, penyuluhan, penguatan ekonomi kerakyatan dan optimalisasi potensi lokal.

Sejarah Desa


Kantor Desa Loceret
Konon jaman dahulu kala menurut cerita mulut ke mulut dari para orang tua, bahwa ada sekelompok pengembara/jajah desa, jajah alas diwilayah kaki gunung wilis maka terjadilah suatu panggilan nama desa/dusun dimana para pengembara beristirahat.

Nama Desa Loceret sendiri konon bermula dari perjalanan seorang pemgembara yang sekedar beristirat  atau menetap di suatu tempat. Dalam perjalanannya beliau selalu membawa sebuah wadah untuk persediaan air minum sebangsa Guci/morong/ceret, karena dirasa perjalanannya  sudah jauh  dan merasa capek perlu istirahat dia disuatu tempat yang dirasa nyaman dan teduh, kebetulan di sekitar situ ada pohon yang rindang dipilhnya tempat tersebut untuk istirahat, tempat guci/ceret tempat air persediaan air minum yang selalu di bawanya di gantungkan di salah satu ranting pohon tersebut dan dalam waktu sekejap sudah tertingungan dur. Ketika bangun dan merasa haus ingin minum, tapi kebingungan lupa menaruh guci/ceretnya karena begitu mendapat tempat istirahat yang nyaman terus tertidur. Dicarinya guci / ceret tersebut kesana kemari, ketika guci/ceret tersebut di ketemukan  eee ternyata pohon  untuk menggantungkan guci/ ceret adalah pohon Loo sehingga terucap kata kata LOO dan CERET yang dihubungkan menjadi LOCERET.

Top